Apa Kabar Niat?
Oleh : Siti Fatimah Abdi
Oleh : Siti Fatimah Abdi
Niat
itu seperti surat, salah nulis alamat, akan sampai ke salah tempat. Begitupula
ketika beribadah maupun beramal, jika hanya diniatkan untuk mencari perhatian
manusia—agar dianggap baik atau sholeh/ah—maka
itu pula-lah yang akan dapatkan.
إنَّمَا الأعمَال
بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى
اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ
لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan
mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan
Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya
karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada
yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no.
1907]
Memulai
start beramal dengan niat yang salah hanya akan membuatmu sibuk mencari
perhatian pada makhluk. Padahal, bukankah justru itu hanya akan membuatmu letih
tak berujung?
Sekalipun
yang kau lakukan adalah ‘kebaikan’, namun jika dimulai dan berada di jalur niat
yang salah—tanpa ada revisi untuk diluruskan—maka hasilnya pun tidak akan
benar. Jika belajar serta menuntut ilmu hanya karena ingin dipuji dan dianggap
hebat, maka bukankah itu berarti kita hanya ingin mendapat kedudukan di-sisi
makhluk dan mengabaikan balasan kebaikan di-sisi-Nya?
Ingat
kembali, kamu hanya akan diantarkan sesuai dengan niat yang kamu tuliskan. Beda
niat, beda capaian. Salah niat, salah hasil!
So, what is your intention?
So, what is your intention?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar