Minggu, 05 Januari 2020

                                      

THE DAY MUST BE BETTER THAN YESTERDAY


Hari kelima di bulan Januari pada tahun yang baru. Beberapa hari yang lalu, sorak meriah kembang api saling bersambut meramaikan perpindahan tahun baru.

Iya, many things memories  yang sangat berharga dan mungkin unpredictable di hidup kita ini.

Senang
Sedih
Gembira
Kecewa
Dan perasaan-perasaan lainnya pasti sangat membuat diri ini bergejolak, yakan? ๐Ÿค—

Ohiya, jangan lupa untuk apresiasi diri setiap kejadian yang berlalu, dari setiap perasaan yang  bergejolak yang dan bahkan dari setiap orang yang hadir, semuanya berhasil kita lewati dan tanpa sadar membuat kita menjadi sedikit lebih dewasa..
Its hurt guys, but we did it๐Ÿ™Œ๐Ÿป

Bagiku, perpindahahan tahun sebenarnya bukan hal yang perlu diperingati. Sebab, bukannya jika ingin bersyukur dan membuat resolusi (menjadi lebih baik) itu harusnya setiap hari?

Dalam Islam, semua hari itu baik. Tapi tau ga sih hari apa yang paling baik?
"The Day Better Than Yesterday"

Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang BERUNTUNG. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang MERUGI. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia TERLAKNAT.”

So, tunggu apa lagi? Selagi masih diberikan waktu untuk menghirup nafas di dunia, kamu BERHASK untuk merencanakan atau sekedar mencorat coret HAL BESAR APA YANG INGIN KAMU CAPAI DI TAHUN 2020.
Jangan sia-siakan hari ini. Be better than last.

with love❤️

Rabu, 23 Oktober 2019



Hati-hati Trend Nge-Riba-nget!
Oleh : Siti Fatimah Abdi


Memercayai hari akhir (baca; kiamat) adalah satu dari tanda keimanan seseorang. Belakang ini, tersebar banyak sekali berita-berita bahwa kita merupakan umat akhir zaman. Tidak sedikit pula ulama-ulama yang terus memperingatkan kepada para jamaahnya, untuk segera “mempersiapkan” diri dalam menyambut “tamu” akhir zaman. Tapi, adapula yang masih “ngeyel” dan tak ambil peduli dengan hal tersebut.
Entahlah, pendapat siapa yang benar, siapa yang salah. Namun, aku pribadi meyakini pendapat pertama. Ya, kita sudah berada di akhir zaman.
Allah SWT., memang tak pernah memberikan waktu yang pasti kabar atau berita tentang hari kiamat, secara detail. Tapi, jauh belasan ribu tahun yang lalu, melalui lisan Rasulullah SAW., tanda-tanda hari kiamat telah disebutkan dengan jelas, salah satunya adalah RIBA.

Menjelang datangnya hari kiamat akan merajalela riba” (H.R. Thabrani)
Tidak dapat dipungkiri, hampir semua transaksi jual-beli, utang-piutang, pasti “terselip” transaksi riba. Mulai dari bunga bank (yang sudah jelas ribanya) ehh sekarang menyamar menjadi alat yang “seakan-akan” membantu dan memudahkan, berupa kesehatan, transportasi, asuransi, sampai sekarang sudah ada yang namanya dompet digital. Ah, tentunya masih banyak study case yang familiar di kehidupan kita sekarang. Padahal, jelas di dalam Alquran bahwa antara jual beli dan riba itu berbeda (lih. Al-Baqarah: 275-276)
Alih-alih ingin memudahkan urusan lain—dengan sejumlah penawaran yang menggiurkan,—riba justru menjerat salah satu pihak. Why? Simak kisah yang saya kutip dari sebuah buku Berani Jadi Taubaters karya Mas Saptuari.
Kisah di Balik Warteg Joni Abadi yang Gratiskan Pembaca 2 Juz Alquran.
Bandung-Maret, 2015, awal keterpurukan Ricky Ricarvy Irawan. usaha oleh-oleh Bandung yang sudah dijalani sejak tahun 1998 dulu gulung tikar. Titik itulah yang membuat Ricky berhijrah dan memutuskan istiqomah di jalan Allah.
Dulu Ricky adaah pengusaha di segala celah. Sempat menjual burger, dengan 18 cabang, gerai isi ulang pulsa, jual es kelapa muda, pabrik pisang sale dan jualan keripik Maicij dan usaha utamanya sebagai penjual oleh-oleh Bandung.
"Yang jual oleh-oleh itu memang usaha keluarga. Awalnya di Leuwipanjang. Kemudian saya buka sendiri, sampai bisa buka di Cihampelas," beber Ricky kepada detik.com.

Modal usahanya yakni pinjaman ke bank dengan nilai yang cukup lumayan. Itulah penyebab usahanya terpuruk. Uang hasil usahanya tak sebanding dengan utang yang harus dibayarkan ke bank.
"Jadi utang  bank ketinggian. Omzet berapapun habis," ungkap Ricky yang mengaku masa lalunya nakal dan sekolah tingkat SMA pun tak lulus.
Ricky kemudian merasa telah salah memilih jalan hidup. Ia akhirnya memilih untuk bergabung dengan komunitas Pemuda Hijrah dan mengabdikan diri di Masjid Al-Lathief Jalan Suren, Kota Bandung.
"Saya lagi merasa ditenggelamkan oleh Allah. Sudah terlalu banyak dosa. Saya mengabdikan diri di Masjid," ungkapnya.
Sekian cuplikan kisahnya, semoga bisa menyadarkan kita bahwa riba hanya menggoda di awal, menyakitkan di akhir. Bahkan, tidak 

Selasa, 22 Oktober 2019


Apa Kabar Niat?
Oleh : Siti Fatimah Abdi
Niat itu seperti surat, salah nulis alamat, akan sampai ke salah tempat. Begitupula ketika beribadah maupun beramal, jika hanya diniatkan untuk mencari perhatian manusia—agar dianggap baik atau sholeh/ah—maka  itu pula-lah yang akan dapatkan.
ุฅู†َّู…َุง ุงู„ุฃุนู…َุงู„ ุจุงู„ู†ِّูŠَّุงุชِ ูˆุฅِู†َّู…ุง ู„ِูƒُู„ِّ ุงู…ุฑูŠุกٍ ู…ุง ู†َูˆَู‰ ูَู…َู†ْ ูƒَุงู†َุชْ ู‡ِุฌْุฑَุชُู‡ُ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูู‡ِุฌْุฑَุชُู‡ُ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆุฑَุณُูˆْู„ِู‡ِ ูˆู…َู†ْ ูƒَุงู†َุชْ ู‡ِุฌْุฑَุชُู‡ُ ู„ِุฏُู†ْูŠَุง ูŠُุตِูŠْุจُู‡ุง ุฃูˆ ุงู…ุฑุฃุฉٍ ูŠَู†ْูƒِุญُู‡َุง ูู‡ِุฌْุฑَุชُู‡ُ ุฅู„ู‰ ู…ุง ู‡َุงุฌَุฑَ ุฅู„ูŠู‡ِ
Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
Memulai start beramal dengan niat yang salah hanya akan membuatmu sibuk mencari perhatian pada makhluk. Padahal, bukankah justru itu hanya akan membuatmu letih tak berujung?
Sekalipun yang kau lakukan adalah ‘kebaikan’, namun jika dimulai dan berada di jalur niat yang salah—tanpa ada revisi untuk diluruskan—maka hasilnya pun tidak akan benar. Jika belajar serta menuntut ilmu hanya karena ingin dipuji dan dianggap hebat, maka bukankah itu berarti kita hanya ingin mendapat kedudukan di-sisi makhluk dan mengabaikan balasan kebaikan di-sisi-Nya?
Ingat kembali, kamu hanya akan diantarkan sesuai dengan niat yang kamu tuliskan. Beda niat, beda capaian. Salah niat, salah hasil!
So, what is your intention?

Senin, 06 Maret 2017

Alquran is The Key of The World

Alquran adalah sumber segala Ilmu


"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alquran"(H.R. Bukhari)


Pagi tadi, ada satu pertanyaan klise (saking seringnya) yg membuat diri tersenyum mengingat kejadian 2 tahun lalu ketika saya hendak memilih jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir 'Nanti kalau udah wisuda mau jadi apa, Kak?' Sebenarnya bukan pertama kalinya pertanyaan semacam itu terlontarkan dr orang-orang sekitar, dan jawaban saya pun masih sama 'Bisa jadi semuanya, Dek'

Lah, kok?
Yaa soalnya saya sendiri bukan bercita-cita menjadi mufassiroh (penafsir Alquran)
Secara, kalo pengen jadi mufassir/ah tu ga sembarangan dan persyaratannya banyak banget (Aku mah apa atuh๐Ÿ˜‚)

Daaaan yaiyalah, kan Alquran kan  is the key of our life
Segalanya ada di Alquran
Kan jg udah ditegasin Allah di Surah Al-Baqarah ayat 2

Sarjana Tafsir ga mesti jadi mufassiroh kok, lah saya sendiri malah jadi penyiar (wkwk banyak yg pada bilang ga nyambung, malah kalau kata dosen hadis saya, al-mukarram Ust. Wajidi, saya tersesat di jalan yg benar)

Tapi, bagi saya tetap nyambung kok

Kan udah saya bilang, semuanya ada di Alquran

Jadi, kalo kata pepatah mah sambil nyelam minum aer sirop (hehe)

Ilmu/topik siarannya didapat dr Alquran. Beh, mantep ga, tuh?

Terlebih, persoalan rezeki dan kehidupan
Belum pernah saya temukan orang miskin karena Alquran
Yang ada, kebalikannya
Justru kita bisa jadi manusia paling kaya dan paling sukses di dunia bahkan di akhirat (Tidak dibaca dg nada sombong, ya)

Buktinya?
Ya, Rasulullah Sang Suri Tauladan

Caranya? Yuk, sama2 baca dan 'pelajari' Alquran

In syaa' Allah ilmu dunya wal akhirat bisa kita dapatkan

Jangan ragu, dan khawatir ketika sudah berinteraksi dg Alquran, hidup in syaa' Allah selalu terjamin

Once more, jaminannya dari Allah Swt. Bukan saya, (yaiyalah, hehe)

Inti dr tulisan ini sih, yuk sama-sama baca dan 'belajar' Alquran dan Tafsir, IAIN Pontianak! Biar ke Surga-Nya juga sama-sama!
Aamiin!

Salam, tafsir!


Sincerely, FatimahAbdi๐Ÿ‘Œ๐Ÿป

Senin, 10 Oktober 2016

Catatan Lama
"Jika ingin belajar Agama, maka belum cukup dengan hanya belajar Alquran, sebab contohnya ada pada Hadis dan lengkapi pengaplikasiannya dengan belajar pun mengetahui Sejarah"
_Dr. Harjani Hefni, Lc., M. A

Rabu, 02 Maret 2016

Reminder about My Prophet Rasulullah SAW


Rabu, 22 Pebruari 2016
Just Reminder for Me and whoever reads it
Aku terus mengubah posisi tidurku, ke arah kanan-kiri, menghadap depan, sampai berposisi seperti bayi yang seperti ingin merangkak. Hufh, entah mengapa kantukku seakan menyesat di suatu tempat. Padahal do’a tidur sudah kupanjatkan setengah jam yang lalu, pun beragam ‘ritual’ jelang tidur telah kulakukan. Parahnya, hingga pukul 00.00 dini hari, mataku pun tak kunjung terkatup. Mungkin ia belum lelah, sebab siang tadi aku memang tidur lumayan lama. Pikirku memastikan. Tapi, hingga jam digital di handphone-ku menunjukkan pukul 00.28 mataku benar-benar masih terasa segar. Hmm, sepertinya harus ada yang kulakukan untuk membuatnya terlelah, setidaknya membaca 2 atau 3 halaman dari suatu bukulah. Ideku yang membatin. Ya, ritual pamungkas yang kulakukan jika kantuk tak kunjung datang menghipnotisku untuk tertidur.
Finally, aku mulai melirik meja belajarku, dan menarik kursi yang terletak di depannya untuk kududuki. Awalnya aku hanya melihat jadwal siaran radio baru untuk bulan Maret saja, namun setelahnya, tatapanku tercuri oleh sebuah benda yang baru saja kurapihkan sebelum aku memulai belajar tadi. Ya, benda tersebut berbaris rapih berdampingan dengan “teman-temannya.” Benda bewarna merah, bertuliskan “Ilmu Hadis” pada cover yang terpampang di depannya seperti berteriak manja meminta untuk dibaca.
Baiklah, tanganku mulai meraih buku karangan Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag. lalu mulai menjelajahi lembar demi lembar yang terdapat di dalamnya hingga tatapanku terhenti pada lembaran ke-56.
“Salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi bagi mereka yang ingin menafirkan Alquran ialah harus tahu dan mengerti hadis dan ilmu hadis serta sejarah perjalanan kehidupan Nabi Saw.”
Wah, rasanya seluruh jempolku ingin mengacungkan dirinya simbolik setuju atas statement di atas. Ya, aku memang mengambil jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir, tapi aku tidak sepehunya yakin jika aku mampu menjadi seorang mufassirah—sebutan dalam bahasa Arab bagi penafsir hadis perempuan. Sebab, sepertinya banyak sekali syarat yang mesti dipenuhi. Bukannya pesimis, namun kembali lagi pada niat awalku ketika memilih jurusan eksklusif ini. Alquran is key of Te World. Aku percaya bahwa dengan seseorang mempelajari ilmu Alquran itu sama saja seseorang tersebut telah mempelajari beragam ilmu. Bukan sombong, namun Alquran memanglah mukjizat Rasulullah Saw hingga akhir zaman, yang tak dapat diragukan lagi kebenarannya.
Ehh, tapi kali ini tanganku menari manis di atas keyboard laptop bukan untuk membahas pasal Alquran Key of The World, itu ada pembahasan khususnya. Hehe… aku hanya ingin menyampaikan bahwa benarlah pernyataan di atas, bahwa Ilmu Hadis merupakan ilmu penting bagi para mufassir/ah, tapi itu juga penting bagi mufassir non-formal. Ya, maksudku, tanpa disadari kita telah menjadi mufassir/mufassirah bagi diri kita sendiri. Sebab, tak jarang bukan kita mentafsirkan sesuatu baik itu ketika membaca Alquran atau sekedar membaca kejadian yang terjadi dalam hidup ini? Terlebih, yang dianjurkan adalah mengetahui sekaligus mempelajari hadis Nabi Saw. manusia dengan kesempurnaan akhlaknya, kemuliaan nasabnya dan keelokan perangainya. Toh, tidak ada ruginya sama sekali, bukan untuk berkenalan dengannya secara eksklusif dengan mempelajari beberapa hal di atas? Bahkan termaktub pula dalam sebuah hadis yang sudah familiar, riwayat Hakim "Wahai sekalian manusia, Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kamu sekalian apa-apa yang jika kamu sekalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya”. Barakallahu fiikum semoga aku, kau dan semuanya mampu menjadi umatnya yang dapat meneledani hadisnya.